Ads 720 x 90

​Angin Duduk Tidak Sama dengan Masuk Angin, Ini Penjelasan Medisnya


Pastinya sudah beberapa kali kamu pernah mendengar istilah penyakit angin duduk, karena beberapa orang mengalaminya, bahkan ada yang meninggal karenanya dan ramai diberitakan. Sebagian orang menganggap angin duduk, atau dalam dunia medis disebut angina, disebabkan karena si penderita masuk angin dan angin tertahan di salah satu organ tubuh bagian dalam.

Kemudian jika angin yang tertahan di dalam tubuh tidak segera dikeluarkan bisa menyerang jantung dan membuat penderitanya tewas seketika.


Namun ternyata tidak, angina tidak disebabkan oleh masuk angin, tetapi karena penyempitan pembuluh darah. Bagaimana ciri, gejala dan penanganan penyakit ini?


1. Adanya plak kolesterol yang membuat pembuluh darah tersumbat


Angina bukanlah sebuah mitos, tetapi suatu kondisi yang sangat serius.


“Jika salah penanganan bisa berdampak fatal,” ungkap dr. Syamsul Rizal dari Klinik Islamic Center Samarinda, Senin (9/9).


Angina membuat penderitanya mengalami nyeri dada karena berkurangnya asupan darah ke otot jantung. Asupan darah ke jantung berkurang diakibatkan oleh penyempitan pembuluh darah yang biasanya disebabkan oleh plak kolesterol.


“Apabila sumbatan terjadi pada pembuluh darah ke jantung cukup besar dan bersifat total, maka dapat membuat jantung berhenti. Jadi bukan karena masuk angin,” tegas dia.


2. Ketahui gejalanya sebelum terlambat ditangani


Gejala utama dari angina, lanjutnya, adalah rasa nyeri dada yang terasa seperti ada beban berat di dada disertai dengan nyeri hingga ke leher, rahang, bahu, atau lengan. Selain itu, adanya keluhan tambahan oleh si penderita seperti keringat dingin, sesak, dan nyeri ulu hati seperti sedang sakit mag. Sehingga terkadang serangan jantung tidak terdeteksi.


Angina tidak menyebabkan kematian mendadak. Dalam beberapa kasus, sekalipun penyumbatan pembuluh darah secara total tetapi pembuluh darah tersebut kecil, tidak langsung membuat jantung si penderita berhenti.


“Tetapi, gejala klinis yang terjadi mungkin akan terasa sesak tetapi bukan sesak yang hebat,” jelas dia.


3. Gaya hidup buruk memengaruhi


Makanan tinggi lemak, minum minuman alkohol, merokok atau duduk terus-menerus, dan faktor keturunan adalah penyebab terjadinya angina. Apalagi jika kamu jarang olahraga, maka kolesterol bisa semakin cepat. meningkat dalam tubuh, akibatnya angina akan menyerang

dengan cepat.

Sesungguhnya serangan jantung jarang terjadi di usia muda sekitar 17-29 tahun, namun karena gaya hidup yang buruk ketika masa tersebut, bisa saja kamu mengalami angina saat menginjak usia 30 tahun.


Sebab itu, Syamsul menyarankan untuk mengatur pola hidup yang baik dan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi secara teratur, tidur cukup, hindari rokok, dan rutin olahraga.


"Baiknya segera ke ahli medis jika mengalami angina, agar lekas ditangani," pungkasnya.


Sumber;idntimes

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter